Minggu, 19 Mei 2013

Membaca dan Peka, Itu Kunci Menulis


Minggu (19/5), Kelas Menulis Purbalingga kedatangan tamu, Rudal Afgani, wartawan Satelit Post. Dia datang karena memang diundang untuk berbagi cerita dan pengalaman dengan teman-teman kelas.

Gani, begitu sapaan pria asal Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas itu diminta berbagi soal mencari ide di sekeliling kita. Dan, obrolan di Markas CLC Purbalingga pun berjalan menarik.

Rabu, 15 Mei 2013

Oranye

Sejenak ia terlihat duduk di tepi trotoar. Menunggu datangnya pengendara yang menghentikan kendaraannya di area penjajakannya. Tangannya bergantian memberantakkan beberapa recehan yang didapatnya hari ini.

"Cek…cek..cek..cek...," suara benturan koin itu beriring senada dengan ketukan music dari penjual kaset bajakan di seberang jalan. Bola matanya selalu mengikuti setiap kendaraan yang melintas di jalan jajakannya.

Pak Roto, begitu kami menyebutnya. Setiap jam 9 pagi ia sudah siap meniupkan peluitnya, peluit yang dikalungkan di leher, dengan seragam orange satu satunya yang ia miliki, dan celana gombrong berwarna abu abu muda, serta tas pinggang yang direkatkan tepat pada perpotongan kaos dan celananya untuk menyimpan setiap recehan penghasilanya. 

Ia mengatur kendaraan yang berhenti di tepi jalan Jenderal Sudirman ini, Ia tak nampak muda, tapi semangatnya mengalahkan kami yang notabene jauh di bawah usianya. 

"Badhe nyebrang nopo? (mau nyebrang mba?)" tanyanya melihat seorang pejalan kaki. 

Selasa, 14 Mei 2013

Menjadi Kayu Bakar [Juara I SCMP 2013]


Hari terasa semakin sore, cahaya mentari beralih ke ufuk barat, gerimis tadi pagi menyisakan becek di sepanjang jalan. Tak luput genangan air memenuhi jalanan kota perwira.

Aku berjalan seorang diri, dibalut seragam kerja dan jins hitam yang melekat di tubuhku, pikiranku tak karuan buyar, seperti teve kuno di rumah, yang jika dinyalakan hanya semut-semut kecil yang terlihat.

“Bagaimana kamu ini! Tidak becus jadi sensir!” Terdengar suara keras lelaku bertubuh tinggi kurus dengan rambutnya yang sedikit beruban.

Pemimpin [Juara II SCMP 2013]


Hujan turun dengan derasnya. Kadang-kadang, guruh menggelegar didahului kilat, yang menerangi langit sekejap. Jalan di depan rumah penuh dengan air pun masuk hingga mencapai lima sentimeter..

Ketika air baru mulai masuk, Titin dan Indra sibuk membantu menyeroki air. Sekarang tampaknya tak ada gunanya menyeroki air karena jalan di depan rumah juga sudah penuh air.

“Sudahlah, berhenti saja dulu. Nanti kalau air mulai surut kita mulai bekerja lagi!” kata Ayah.

Aku dan Purbalingga [Juara III SCMP 2013]


Tak banyak orang mengenalku di sekolah. Aku orang yang sederhana, apa adanya. Namaku Candra Maimunah Hartati. Aku lahir dari keluarga yang serba Kekurangan. aku hidup jauh dari orang tua.

Suatu pagi, aku ke sekolah dengan percaya diri, optimis. Tepatnya Kamis,11 April 2013. Di sebuah jalan raya yang begitu megah, aku melihat sebuah mobil mewah dri arah selatan.

Di mobil mewah tersebut, aku melihat pejabat besar purbalingga yang mengendarainya. Di suatu sisi aku juga melihat sekumpulan anak jalanan yang tidur di emperan toko.

Rabu, 03 April 2013

Kelas Menulis Purbalingga Gelar SCMP 2013

Anggota Kelas Menulis sedang berdiskusi, beberapa waktu lalu.
Untuk lebih menggairahkan dunia kepenulisan di kalangan kaum muda Kota Perwira Purbalingga, Kelas Menulis Purbalingga menggelar Sayembara Cerita Muda Purbalingga (SCMP) 2013.

"Dibanding dengan kabupaten lainnya di Banyumas Raya, dunia sastra Purbalingga seperti lesu. Sangat jarang ada karya lahir di Purbalingga," kata Ketua Panitia SCMP 2013, Fitri Arumsari, Rabu (3/4) kemarin.

Padahal, sambung Fitri, banyak teman-teman pelajar yang sering membuat puisi atau cerita pendek. "Karya-karya itu lebih banyak cuma berakhir di catatan harian. SCMP inilah yang akan menjadi ruang belajar sekaligus berekspresi pelajar di dunia sastra," ujar Fitri.

Peserta SCMP 2013 ialah pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Purbalingga. Tema yang diangkat yakni Aku, Pemimpin dan Purbalingga. "Temanya sengaja diangkat untuk lebih mendekatkan penulis kepada lingkungan sekitar mereka," ujar anggota Kelas Menulis Purbalingga itu.

Adapun karya yang dikirim maksimal 500 kata Karya peserta, jelas Fitri, bisa dikirimkan ke email Kelas Menulis Purbalingga, yakni maksapurbalingga@gmail.com. Pengiriman karya dinanti sampai dengan 14 April 2013 mendatang.

Selain mendapatkan paket hadiah dari Kelas Menulis Purbalingga, tiga karya terbaik akan ditampilkan di media massa. "Kami bekerjasama dengan Satelit Post untuk bisa menerbitkan karya, biar masyarakat juga bisa melihat karya penulis Purbalingga," kata Fitri.

Selasa, 18 Desember 2012

Denting Seruni

Suara langkah kaki itu semakin cepat. Alas sepatu yang keras membuat bunyi yang cukup nyaring. Kedua tangan kurusku mendekap erat kedua kakiku. Berharap dapat meredam gemetar hebat tubuhku. Suara itu semakin mendekat. Tuhan, aku mohon jangan biarkan dia menemukanku. Jangan biarkan hal mengerikan itu terjadi padaku.
            BRAK!!! Keringat dingin makin deras membasahi tubuhku. Lemari kayu tempat aku bersembunyi serasa menjadi transparan. Rasa takutku kian membuncah. Langkah kaki itu mantap mendekat dengan tempatku meringkuk sekarang.
            “Asep! Sudahlah. Lupakan saja cewek sialan itu.” Suara seorang laki-laki memanggilnya. Mungkin kawannya. Aku tidak peduli siapa laki-laki yang memanggilnya. Yang aku harapkan sekarang laki-laki bajingan bernama Asep itu meninggalkan ruangan ini segera. Melupakan keberadaanku dan tak pernah muncul di depanku lagi.
            “Si bagong mbawa cewek baru lagi. Lebih sip,” lanjut laki-laki tadi. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, laki-laki bernama Asep itu berjalan menjauh. Walau perlahan, namun aku yakin dia keluar dari ruangan ini.
***